Mading GWB: Lorong Demokrasi Kita

Posted by Unknown on 5:03 PM with No comments
Jika Anda berkunjung ke  gedung monument MTQ Yayasan Pusat Pengembangan Islam Mataram Yogyakarta lantai 2 (dua), di sebelah kanan akan Anda temukan sebuah tulisan “Lorong Demokrasi, …..di atas pintu masuk. Mengapa lorong demokrasi? Karena di lorong inilah segala jenis karya tulis dengan berbagai ide dan gagasan sah-sah saja dipublikasikan tanpa diperbolehkan saling menjustifikasi. Baiklah.. Langkahkanlah kaki anda memasuki lorong tersebut, papan yang berisi kreativitas kami, para volunteer GWB (Gerakan Wakaf Buku) YPPIM, disamping kanan dan kiri anda akan menambah asupan informasi anda. Kami, para volunteer GWB menyebutnya dengan “mading GWB”, sebuah wadah kreativitas tanpa batas. Karya yang berisi kritik pedas dan saran bebas di posting, yaa.. seperti yang telah kami informasikan sebelumnya, bahwa karya dalam papan karya di lorong demokrasi ini dilarang keras saling menjustifikasi.


Mading GWB baru terbit satu kali pada periode 24 November 2014. Mading GWB terdiri dari 5 papan persegi panjang yang memuat menu yang berbeda disetiap papannya. Papan pertama merupakan “papan redaksi”  yang berisi: dewan redaksi, salam redaksi, profil tokoh GWB, spesifikasi rubric/karya yang disajikan, dandua buah kotak (bank karya dan kotak saran) dari para pembaca. Papan kedua adalah “papan karya” yang menyajikan berbagai macam karya baik itu fiksi maupun non fiksi, yaitu puisi 3 (tiga) Bahasa (arab, inggris dan Indonesia), cerpen, artikel, kaligrafi, anekdot, biografi, dan karikatur. Papan ketiga yaitu “papan GWB in action” berisi: berita mengenai kegiatan yang telah dilakukan GWB, foto-foto kegiatan GWB dan agenda GWB yang akan dilakukan ke depannya. Sedangkan untuk papan keempat dan kelima kami persiapkan khusus untuk memposting karya dari para pembaca yang telah ikut berpartisipasi mengirimkan karyanya melalui kotak “bank karya”setelah melalui proses seleksi oleh volunteer GWB.

Pada awal maret mendatang, Mading GWB akan terbit kembali dengan karya-karya yang fresh. Tentunya kami juga menantikan partisipasi dari para pembaca untuk mengirimkan tulisan/naskah/karyanya. Bukankah menulis itu merupakan sebuah keharusan? :) -Ovi-

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah”
-Pramoedya Ananta Toer-

“Menulis adalah suatu cara untuk berkata, suatu cara untuk menyapa, suatu cara untuk menyentuh seseorang yang lain entah di mana. Cara itulah yang bermacam-macamdan di sanalah harga kreativitas ditimbang-timbang.”
-Seno Gumira Ajidarma-

Oh, sungguh seriusnya...

Ini nih Ibu Ketua Mading yang unyu-unyu :D
Pamer dulu ah! XD
Ini si Abang, bukannya bersihin tuh papan malah nemplok kayak cicak..hihi
Ciee ciee yang lagi serius :D
Tadaaa!!!

Categories: