Monumen MTQ Nasional XVI




Sambutan Sri Sultan Hamengkubuwono X
Monumen Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional XVI merupakan kenangan indah pada sebuah peristiwa besar yang pernah berlangsung di Yogyakarta. Keberadaan monument ini sekaligus akan menambah kebanggaan masyarakat Yogyakarta, karena mempunyai para tokoh masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap perkembangan dan pengalaman agama Islam.
Monumen ini menjadi bukti sejarah, bahwa kota Yogyakarta pernah menjadi tempat penyelenggaraan event nasional yang berlangsung meriah serta meraih kesuksesan. Kesuksesan di sini bukan hanya pada pelaksanaannya, namun kesuksesan yang membanggakan serta yang lebih menggembirakan adalah keikhlasan dan niat luhur untuk meningkatkan syiar Islam melebihi hitungan materi yang semestinya diterima.

Keagungan jiwa para panitia dengan menyerahkan kembali honor, serta mengelola dana yang masih tersisa untuk kegiatan kemaslahatan umat dengan membeli tanah dan membangun gedung monumen MTQ Nasional XVI sangat patut diteladani. Dan untuk itu kita selayaknya bersyukur dan berterimakasih kepada seluruh Panitia Penyelenggara Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional XVI, berkat kepedulian mereka pada kegiatan dakwah/syiar Islam, pendidikan dan social, maka masyarakat DIY mempunyai bangunan multifungsi yang indah dan megah.


Monumen MTQ Nasional XVI di Yogyakarta 
Monumen MTQ Nasional XVI sangat erat kaitannya dengan diselenggarakannya MTQ Nasional di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pada tahun 1991. Monumen tersebut diwujudkan berupa sebuah bangunan mirip mimbar tilawahutama di sebidang tanah seluas 8.000 m2.
Monumen MTQ Nasional XVI tersebut merupakan saksi sejarah bahwa di Yogyakarta pernah mendapat kepercayaan dan kehormatan untuk menyelenggarakan MTQ Nasional di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pada tahun 1991. Menurut ketentuan, penyelenggaraan MTQ Nasional dilaksanakan tiap 3 tahun sekali dengan sistem gilir di masing-masing provinsi. Jika pada tahun 1991 di Indonesia ada 27 provinsi, maka DIY akan mendapat giliran lagi pada tahun 2072 sedangkan jumlah provinsi sekarang sudah menjadi 34 provinsi.
Monumen MTQ NAsional yang berwujud gedung dan sebidang tanah tersebut selain sebagai kenangan dan sesuia visi dan misi diselenggarakannya MTQ Nasional dimanfaatkan untuk syiar Islam melalui sarana pendidikan. Saat ini telah dibangun Kelompok Bermain (playgroup), Taman Kanak-Kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD) bekerja sama dengan Al Azhar Jakarta. Semoga nantinya dapat bertambah dan berkembang lagi dengan kegiatan-kegiatan lain dalam rangka syiar agama Islam dan memajukan pendidikan bangsa berbasis Islami.