Pelatihan Menulis Fiksi, Non Fiksi, dan Karya Ilmiah (Sesi 2)
Posted by Unknown on 5:13 PM with No comments
Sesi ketiga dari pelatihan menulis buku fiksi, nonfiksi, dan karya ilmiah dilaksanakan pada hari Minggu, 21 Desember 2014. Semula, acara bertempat di Ruang Rapat YPPIM, namun pada saat praktik menulis ruangan dialihkan ke Ruang Baca GWB YPPIM agar peserta lebih leluasa berdiskusi dengan peserta lainnya. Di samping itu, peserta juga bisa memanfaatkan buku-buku yang ada di ruang baca untuk referensi tulisan atau sekadar mencari ide.
Sebelum menyampaikan materi kepenulisan dan praktik menulis, narasumber memulai acara dengan mereview materi yang disampaikan pada pertemuan sebelumnya. Menurutnya, cara yang paling mudah bagi seseorang yang belum terbiasa menulis adalah merekamnya terlebih dahulu dan mentraskripnya kemudian. Dalam kondisi apapun, seseorang dapat secara refleks melakukan suatu hal jika ia telah terbiasa melakukannya. Oleh karena itu, menulis harus dibiasakan.
| Review materi pelatihan sesi pertama |
Untuk dapat memberikan ruh pada tulisan, kita dapat memulainya dengan menuliskan peristiwa yang berkesan dalam hidup kita. Biasanya hal itu berupa kesulitan yang kita hadapi dalam hidup dan bagaimana menyelesaikannya. Oleh karena itu, peserta diminta untuk menuliskan peristiwa berkesan dalam hidupnya dengan bantuan kata kunci dari pemateri. Setelah itu, masing-masing diminta membacakannya untuk diberikan komentar. Hasilnya, kebanyakan peserta tidak menyebutkan secara jelas dan konkret peristiwa yang mereka maksud dan kurang luwes penyampaiannya.
| Berlatih menulis dengan menggunakan perasaan :) |
| Para calon penulis sukses...Aamiin |
Secara teoretis, cara penulisan dimulai dari kondisi yang umum ke kondisi yang khusus. Kondisi umum yang dimaksud adalah kondisi yang dialami oleh semua orang, sedangkan kondisi khusus adalah kondisi yang hanya dialami oleh orang tertentu. Hal ini berarti harus ada suatu lompatan yang tak biasa yang membuat tulisan menjadi lebih menarik. Sebuah tulisan juga sebaiknya dipadatkan, tidak perlu panjang lebar. Orang yang ingin tulisannya berbobot, dalam setiap kalimat yang dituliskannya harus ada hikmah yang disampaikan.
| Para panitia curi-curi waktu buat ngeksis bareng Bapak Ketua GWB :) |
Sebagai panduan, narasumber menyampaikan langkah-langkah untuk membuat tulisan sebagai berikut:
1. Mencari ide
2. Menentukan tema
3. Menentukan genre tulisan
4. Mencatat batasan pengetahuan pribadi
5. Mencari data pendukung
6. Memasukkan data dan menyempurnakan
7. Menentukan judul
1. Mencari ide
2. Menentukan tema
3. Menentukan genre tulisan
4. Mencatat batasan pengetahuan pribadi
5. Mencari data pendukung
6. Memasukkan data dan menyempurnakan
7. Menentukan judul
| Tips menulis dari Pak Adnan Katino. Catet yuk ah! Terus praktikkan! |
| Saatnya belajar kelompok, yeay! |
Selepas ISOMA, acara dilanjutkan dengan diskusi peserta berdasarkan genre tulisan yang diminatinya. Dalam sesi ini, setiap peserta bergabung dengan peserta lain yang memilih genre yang sama. Ada tiga kelompok yaitu fiksi, agama, dan ilmu terapan. Pemateri menyarankan agar peserta menulis satu buku per kelompok agar lebih mudh, terutama bagi pemula. (nh)
Categories: GWB in Action

0 comments:
Post a Comment